feat(images): add inference and scree plot images for model evaluation
This commit is contained in:
@@ -70,7 +70,7 @@ total variansi data.
|
||||
|
||||
\begin{figure}[H]
|
||||
\centering
|
||||
\includegraphics[width=.75\textwidth]{chapters/img/sensor1/scree_plot.png}
|
||||
\includegraphics[width=.75\textwidth]{chapters/img/scree_plot.png}
|
||||
\caption{Diagram \textit{scree} hasil analisis PCA pada dataset $\mathcal{D}_A$ dan $\mathcal{D}_B$.}
|
||||
\label{fig:scree_plot}
|
||||
\end{figure}
|
||||
@@ -208,35 +208,35 @@ dengan skema \textit{stratified 5-fold cross-validation} menghasilkan total 1000
|
||||
Setiap kombinasi dievaluasi menggunakan metrik akurasi rata-rata
|
||||
pada data validasi.
|
||||
|
||||
\subsection{Evaluasi Keseluruhan}
|
||||
Distribusi akurasi seluruh kandidat model ditunjukkan pada
|
||||
Gambar~\ref{fig:grid_hist}.
|
||||
Sebagian besar kombinasi menghasilkan akurasi di atas~95\%,
|
||||
menunjukkan bahwa fitur STFT memiliki daya klasifikasi yang kuat
|
||||
terhadap kondisi struktur.
|
||||
% \subsection{Evaluasi Keseluruhan}
|
||||
% Distribusi akurasi seluruh kandidat model ditunjukkan pada
|
||||
% Gambar~\ref{fig:grid_hist}.
|
||||
% Sebagian besar kombinasi menghasilkan akurasi di atas~95\%,
|
||||
% menunjukkan bahwa fitur STFT memiliki daya klasifikasi yang kuat
|
||||
% terhadap kondisi struktur.
|
||||
|
||||
\begin{figure}[H]
|
||||
\centering
|
||||
% \includegraphics[width=.65\textwidth]{figures/grid_hist.pdf}
|
||||
\caption{Distribusi akurasi validasi silang dari 225 kombinasi parameter $(C,\gamma,n_{\text{components}})$.}
|
||||
\label{fig:grid_hist}
|
||||
\end{figure}
|
||||
% \begin{figure}[H]
|
||||
% \centering
|
||||
% % \includegraphics[width=.65\textwidth]{figures/grid_hist.pdf}
|
||||
% \caption{Distribusi akurasi validasi silang dari 225 kombinasi parameter $(C,\gamma,n_{\text{components}})$.}
|
||||
% \label{fig:grid_hist}
|
||||
% \end{figure}
|
||||
|
||||
\subsection{Pengaruh Jumlah Komponen PCA}
|
||||
Rata-rata akurasi tertinggi untuk setiap nilai $n_{\text{components}}$
|
||||
ditampilkan pada Gambar~\ref{fig:pca_acc_overall}.
|
||||
Terlihat bahwa akurasi meningkat hingga mencapai puncak pada rentang
|
||||
$n_{\text{components}} = 64$--$128$, kemudian menurun ketika jumlah komponen
|
||||
dikurangi secara agresif.
|
||||
Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 10–25\% komponen utama sudah cukup
|
||||
merepresentasikan informasi penting dari fitur STFT.
|
||||
% \subsection{Pengaruh Jumlah Komponen PCA}
|
||||
% Rata-rata akurasi tertinggi untuk setiap nilai $n_{\text{components}}$
|
||||
% ditampilkan pada Gambar~\ref{fig:pca_acc_overall}.
|
||||
% Terlihat bahwa akurasi meningkat hingga mencapai puncak pada rentang
|
||||
% $n_{\text{components}} = 64$--$128$, kemudian menurun ketika jumlah komponen
|
||||
% dikurangi secara agresif.
|
||||
% Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 10–25\% komponen utama sudah cukup
|
||||
% merepresentasikan informasi penting dari fitur STFT.
|
||||
|
||||
\begin{figure}[H]
|
||||
\centering
|
||||
% \includegraphics[width=.7\textwidth]{figures/pca_acc_overall.pdf}
|
||||
\caption{Rata-rata akurasi terhadap jumlah komponen PCA berdasarkan hasil pencarian \textit{grid}.}
|
||||
\label{fig:pca_acc_overall}
|
||||
\end{figure}
|
||||
% \begin{figure}[H]
|
||||
% \centering
|
||||
% % \includegraphics[width=.7\textwidth]{figures/pca_acc_overall.pdf}
|
||||
% \caption{Rata-rata akurasi terhadap jumlah komponen PCA berdasarkan hasil pencarian \textit{grid}.}
|
||||
% \label{fig:pca_acc_overall}
|
||||
% \end{figure}
|
||||
|
||||
\subsection{Peta Akurasi terhadap Parameter SVM}
|
||||
Untuk setiap kanal sensor, peta akurasi terhadap parameter $C$ dan~$\gamma$
|
||||
@@ -448,7 +448,7 @@ Optimasi model yang dilakukan yaitu dengan melakukan \textit{fine grid-search} p
|
||||
|
||||
\subsection{Diagram \textit{Fine Grid-Search Heatmap}}
|
||||
Gambar~\ref{fig:svm_fine_heatmap} menunjukkan diagram \textit{heatmap} terhadap parameter \textit{fine grid-search} $C$ dan~$\gamma$ untuk masing-masing sensor. Akurasi tertinggi pada Sensor A diperoleh pada $C= \{\,2^{8}, \,2^{8.5}, \,2^{9}, \,2^{9.5}, \,2^{10}, \,2^{10.5},\,2^{11}, \,2^{11.5}, \,2^{12} \,\}$ dan $\gamma=2^{-9.5}$ dengan akurasi meningkat 0.15\% menjadi 99.54\%, sedangkan pada Sensor B diperoleh pada $C = \{\,2^{5},\,2^{5.5} \,\}$ dan $\gamma= \{\, 2^{-3},\, 2^{-3.5},\, 2^{-4}\,\}$ dengan akurasi meningkat 0.05\% menjadi 99.49\%. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi \textit{hyperparameter} lebih lanjut dapat meningkatkan performa model meskipun peningkatannya relatif kecil dibandingkan dengan model \textit{baseline}.
|
||||
\begin{figure}
|
||||
\begin{figure}[H]
|
||||
\centering
|
||||
\subfloat[Sensor A (PCA 32)]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/grid_fine_pca32.png}}
|
||||
\centering
|
||||
@@ -521,7 +521,40 @@ weighted avg & 0.99 & 0.99 & 0.99 & 17955.00 \\
|
||||
\end{figure}
|
||||
|
||||
\section{Model \textit{Inference} dan Visualisasi Prediksi}
|
||||
Setelah model \textit{fine grid-search} dievaluasi, dilakukan proses \textit{inference} pada data uji untuk memvisualisasikan prediksi model. Gambar~\ref{fig:inference_s1a} dan~\ref{fig:inference_s2a} menunjukkan hasil prediksi model pada Sensor A dan Sensor B dalam \textit{heatmap} dan grafik probabilitasnya.
|
||||
Setelah model \textit{fine grid-search} dievaluasi, dilakukan proses \textit{inference} pada data uji untuk memvisualisasikan prediksi model. Gambar~\ref{fig:inference_undamaged}, \ref{fig:inference_damaged_17}, dan~\ref{fig:inference_damaged_30} menunjukkan beberapa hasil prediksi model pada Sensor A dan Sensor B dalam \textit{heatmap} dan grafik probabilitasnya.
|
||||
|
||||
Pada kasus struktur tanpa kerusakan (Gambar~\ref{fig:inference_undamaged}), model memberikan prediksi \textit{false-positive}, sehingga beberapa titik pada \textit{heatmap} menunjukkan probabilitas kerusakan hingga 50\% meskipun struktur sebenarnya dalam kondisi baik, sedangkan pada kasus kerusakan \textit{joint} 17 (Gambar~\ref{fig:inference_damaged_17}) dan \textit{joint} 30 (Gambar~\ref{fig:inference_damaged_30}), model berhasil mengidentifikasi lokasi kerusakan dengan probabilitas tinggi ($\approx 100\%$) pada area yang sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan deteksi kerusakan yang baik, meskipun masih terdapat beberapa \textit{false-positive} pada kondisi tanpa kerusakan.
|
||||
|
||||
\begin{figure}[H]
|
||||
\centering
|
||||
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/pod_fine_s1a_undamaged.png}}\hfill
|
||||
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/inference_fine_s1a_undamaged.png}} \\[1ex]
|
||||
\centering
|
||||
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/pod_fine_s2a_undamaged.png}}\hfill
|
||||
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/inference_fine_s2a_undamaged.png}}
|
||||
\caption{Hasil \textit{inference} model \textit{fine grid-search} pada data uji (\textit{Dataset} B) kasus struktur tidak rusak.}
|
||||
\label{fig:inference_undamaged}
|
||||
\end{figure}
|
||||
\begin{figure}[H]
|
||||
\centering
|
||||
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/pod_fine_s1a_damaged17.png}}\hfill
|
||||
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/inference_fine_s1a_damaged17.png}} \\[1ex]
|
||||
\centering
|
||||
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/pod_fine_s2a_damaged17.png}}\hfill
|
||||
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/inference_fine_s2a_damaged17.png}}
|
||||
\caption{Hasil \textit{inference} model \textit{fine grid-search} pada data uji (\textit{Dataset} B) kasus kerusakan \textit{joint} 17.}
|
||||
\label{fig:inference_damaged_17}
|
||||
\end{figure}
|
||||
\begin{figure}[H]
|
||||
\centering
|
||||
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/pod_fine_s1a_damaged30.png}}\hfill
|
||||
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/inference_fine_s1a_damaged30.png}} \\[1ex]
|
||||
\centering
|
||||
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/pod_fine_s2a_damaged30.png}}\hfill
|
||||
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/inference_fine_s2a_damaged30.png}}
|
||||
\caption{Hasil \textit{inference} model \textit{fine grid-search} pada data uji (\textit{Dataset} B) kasus kerusakan \textit{joint} 30.}
|
||||
\label{fig:inference_damaged_30}
|
||||
\end{figure}
|
||||
% \section{Efisiensi Komputasi}
|
||||
|
||||
% \subsection{Perbandingan Waktu Latih}
|
||||
|
||||
Reference in New Issue
Block a user