Gambar~\ref{fig:svm_fine_heatmap} menunjukkan diagram \textit{heatmap} terhadap parameter \textit{fine grid-search}$C$ dan~$\gamma$ untuk masing-masing sensor. Akurasi tertinggi pada Sensor A diperoleh pada $C=\{\,2^{8}, \,2^{8.5}, \,2^{9}, \,2^{9.5}, \,2^{10}, \,2^{10.5},\,2^{11}, \,2^{11.5}, \,2^{12}\,\}$ dan $\gamma=2^{-9.5}$ dengan akurasi meningkat 0.15\% menjadi 99.54\%, sedangkan pada Sensor B diperoleh pada $C =\{\,2^{5},\,2^{5.5}\,\}$ dan $\gamma=\{\,2^{-3},\,2^{-3.5},\,2^{-4}\,\}$ dengan akurasi meningkat 0.05\% menjadi 99.49\%. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi \textit{hyperparameter} lebih lanjut dapat meningkatkan performa model meskipun peningkatannya relatif kecil dibandingkan dengan model \textit{baseline}.
Gambar~\ref{fig:svm_fine_heatmap} menunjukkan diagram \textit{heatmap} terhadap parameter \textit{fine grid-search}$C$ dan~$\gamma$ untuk masing-masing sensor. Akurasi tertinggi pada Sensor A diperoleh pada $C=\{\,2^{8}, \,2^{8.5}, \,2^{9}, \,2^{9.5}, \,2^{10}, \,2^{10.5},\,2^{11}, \,2^{11.5}, \,2^{12}\,\}$ dan $\gamma=2^{-9.5}$ dengan akurasi meningkat 0.15\% menjadi 99.54\%, sedangkan pada Sensor B diperoleh pada $C =\{\,2^{5},\,2^{5.5}\,\}$ dan $\gamma=\{\,2^{-3},\,2^{-3.5},\,2^{-4}\,\}$ dengan akurasi meningkat 0.05\% menjadi 99.49\%. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi \textit{hyperparameter} lebih lanjut dapat meningkatkan performa model meskipun peningkatannya relatif kecil dibandingkan dengan model \textit{baseline}.
\begin{figure}
\begin{figure}[H]
\centering
\centering
\subfloat[Sensor A (PCA 32)]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/grid_fine_pca32.png}}
\subfloat[Sensor A (PCA 32)]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/grid_fine_pca32.png}}
\section{Model \textit{Inference} dan Visualisasi Prediksi}
\section{Model \textit{Inference} dan Visualisasi Prediksi}
Setelah model \textit{fine grid-search} dievaluasi, dilakukan proses \textit{inference} pada data uji untuk memvisualisasikan prediksi model. Gambar~\ref{fig:inference_s1a} dan~\ref{fig:inference_s2a} menunjukkan hasil prediksi model pada Sensor A dan Sensor B dalam \textit{heatmap} dan grafik probabilitasnya.
Setelah model \textit{fine grid-search} dievaluasi, dilakukan proses \textit{inference} pada data uji untuk memvisualisasikan prediksi model. Gambar~\ref{fig:inference_undamaged}, \ref{fig:inference_damaged_17}, dan~\ref{fig:inference_damaged_30} menunjukkan beberapa hasil prediksi model pada Sensor A dan Sensor B dalam \textit{heatmap} dan grafik probabilitasnya.
Pada kasus struktur tanpa kerusakan (Gambar~\ref{fig:inference_undamaged}), model memberikan prediksi \textit{false-positive}, sehingga beberapa titik pada \textit{heatmap} menunjukkan probabilitas kerusakan hingga 50\% meskipun struktur sebenarnya dalam kondisi baik, sedangkan pada kasus kerusakan \textit{joint} 17 (Gambar~\ref{fig:inference_damaged_17}) dan \textit{joint} 30 (Gambar~\ref{fig:inference_damaged_30}), model berhasil mengidentifikasi lokasi kerusakan dengan probabilitas tinggi ($\approx100\%$) pada area yang sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan deteksi kerusakan yang baik, meskipun masih terdapat beberapa \textit{false-positive} pada kondisi tanpa kerusakan.
\begin{figure}[H]
\centering
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/pod_fine_s1a_undamaged.png}}\hfill
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/inference_fine_s1a_undamaged.png}}\\[1ex]
\centering
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/pod_fine_s2a_undamaged.png}}\hfill
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/inference_fine_s2a_undamaged.png}}
\caption{Hasil \textit{inference} model \textit{fine grid-search} pada data uji (\textit{Dataset} B) kasus struktur tidak rusak.}
\label{fig:inference_undamaged}
\end{figure}
\begin{figure}[H]
\centering
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/pod_fine_s1a_damaged17.png}}\hfill
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/inference_fine_s1a_damaged17.png}}\\[1ex]
\centering
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/pod_fine_s2a_damaged17.png}}\hfill
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/inference_fine_s2a_damaged17.png}}
\caption{Hasil \textit{inference} model \textit{fine grid-search} pada data uji (\textit{Dataset} B) kasus kerusakan \textit{joint} 17.}
\label{fig:inference_damaged_17}
\end{figure}
\begin{figure}[H]
\centering
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/pod_fine_s1a_damaged30.png}}\hfill
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor A]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor1/inference_fine_s1a_damaged30.png}}\\[1ex]
\centering
\subfloat[Grafik probabilitas prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/pod_fine_s2a_damaged30.png}}\hfill
\subfloat[\textit{Heatmap} prediksi model pada Sensor B]{\includegraphics[width=.48\textwidth]{chapters/img/sensor2/inference_fine_s2a_damaged30.png}}
\caption{Hasil \textit{inference} model \textit{fine grid-search} pada data uji (\textit{Dataset} B) kasus kerusakan \textit{joint} 30.}
oid sha256:b73c3942ea2a85e0c3de059a0c4f4a1a32eb01f744723c4a900ab905744b0e49
size 28462
Reference in New Issue
Block a user
Blocking a user prevents them from interacting with repositories, such as opening or commenting on pull requests or issues. Learn more about blocking a user.