WIP: checkpoint methodology
This commit is contained in:
@@ -8,25 +8,22 @@ Alur keseluruhan penelitian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai beriku
|
||||
\end{figure}
|
||||
|
||||
\begin{enumerate}
|
||||
\item Akuisisi Data: Mengunduh dataset dari \textcite{abdeljaber2017} yang berisi sinyal percepatan untuk 31 kondisi struktur (1 kondisi sehat dan 30 kondisi kerusakan tunggal).
|
||||
\item Akuisisi data: mengunduh dataset dari \textcite{abdeljaber2017} yang berisi sinyal percepatan untuk 31 kondisi struktur (1 kondisi sehat dan 30 kondisi kerusakan tunggal).
|
||||
|
||||
% \item Seleksi Sensor: Memilih sinyal dari sejumlah sensor terbatas pada garis vertikal tertentu (misalnya, node 1 dan 26) untuk mensimulasikan konfigurasi sensor yang direduksi.
|
||||
|
||||
\item Ekstraksi Fitur: Melakukan normalisasi dan mengubah sinyal domain waktu mentah menjadi domain waktu-frekuensi menggunakan metode Short-Time Fourier Transform (STFT).
|
||||
\item Ekstraksi fitur: melakukan normalisasi dan mengubah sinyal domain waktu mentah menjadi domain waktu-frekuensi menggunakan metode \gls{stft}.
|
||||
|
||||
\item \textit{Pre-processing} Fitur: Melakukan \textit{feature scaling} menggunakan normalisasi Min-Max pada setiap fitur untuk memastikan semua fitur berada dalam skala yang sama.
|
||||
\item \textit{Pre-processing} fitur: \textit{feature scaling} digunakan untuk menormalisasi data pada setiap fitur agar semua nilai berada dalam skala yang sama.
|
||||
|
||||
\item Reduksi Dimensi: Mengurangi dimensi fitur menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk mengurangi kompleksitas komputasi dan menghilangkan fitur yang kurang informatif.
|
||||
\item Reduksi dimensi: \gls{pca} digunakan untuk mengurangi kompleksitas komputasi dan menghilangkan fitur yang kurang informatif.
|
||||
|
||||
\item Pengembangan Model: Membangun dan melatih model \textit{baseline} SVM untuk mengklasifikasikan lokasi kerusakan struktur.
|
||||
\item Pengembangan model: algoritma \acrshort{svm} digunakan untuk mengklasifikasikan lokasi kerusakan struktur.
|
||||
|
||||
\item Optimasi \textit{hyperparameter}: pencarian \textit{grid} dilakukan dengan \textit{coarse} dan \textit{fine grid-search} dan validasi silang \textit{stratified K-Fold} untuk setiap model guna meningkatkan kinerja klasifikasi.
|
||||
|
||||
\item Optimasi \textit{Hyperparameter}: Melakukan pencarian \textit{hyperparameter} menggunakan \textit{coarse} dan \textit{fine grid-search} dengan validasi silang \textit{stratified K-Fold} untuk setiap model guna meningkatkan kinerja klasifikasi.
|
||||
|
||||
\item Evaluasi: Mengevaluasi kinerja model menggunakan metrik akurasi, presisi, dan \textit{confusion matrix} pada berbagai skenario pengujian. Evaluasi dilakukan dengan dua skema: (i) validasi silang K-Fold terstratifikasi pada setiap himpunan data, dan (ii) validasi silang antar-dataset (latih pada Dataset-A, uji pada Dataset-B, dan sebaliknya) untuk menilai kemampuan generalisasi lintas sumber data.
|
||||
\item Evaluasi: mengevaluasi kinerja model menggunakan metrik akurasi, presisi, dan \gls{cm} pada berbagai skenario pengujian. Evaluasi dilakukan dengan dua skema: (i) validasi silang K-Fold terstratifikasi pada setiap himpunan data, dan (ii) validasi silang antar-dataset (latih pada Dataset A, uji pada Dataset B, dan sebaliknya) untuk menilai kemampuan generalisasi lintas sumber data.
|
||||
\end{enumerate}
|
||||
|
||||
\subsection{Akuisisi Data}
|
||||
\input{chapters/id/03_methodology/steps/data_acquisition}
|
||||
|
||||
% \subsection{Prapemrosesan Data dan Ekstraksi Fitur}
|
||||
|
||||
% \section{Prapemrosesan Data dan Ekstraksi Fitur}
|
||||
Reference in New Issue
Block a user