latex: Match with Overleaf current work

This commit is contained in:
Rifqi D. Panuluh
2025-07-17 14:15:01 +00:00
parent 80d4a66925
commit 16c171fb46
47 changed files with 4035 additions and 278 deletions

View File

@@ -1,42 +1,77 @@
\section{Analisis Data}
% Dalam studi ini, setiap sensor menghasilkan data akselerasi yang direkam sebagai sebuah vektor numerik kontinu. Secara matematis,
% setiap data sensor didefinisikan sebagai
% \begin{equation}
% n \in \mathbb{R}^{262144},
% \end{equation}
% di mana \(n\) adalah vektor berisi 262144 sampel pengukuran akselerasi seperti yang dijelaskan pada persamaan~\ref{eq:sample}.
% Selanjutnya, data akselerasi untuk 30 sensor (atau \textit{node}) disimpan dalam sebuah berkas \texttt{.TXT}. Maka, setiap berkas tersebut dapat direpresentasikan sebagai matriks
% \begin{equation}
% N \in \mathbb{R}^{262144 \times 30},
% \end{equation}
% di mana setiap kolom dari \(N\) merupakan data akselerasi untuk satu sensor dari 30 sensor yang ada.
\subsection{Grid, Kode \textit{Joint}, dan Nama File}
% \begin{figure}[ht]
% \centering
% \input{chapters/img/specimen}
% \caption{Caption}
% \label{fig:enter-label}
% \end{figure}
% Dimulai dengan memberi indeks pada setiap node pengukuran dari struktur grid berukuran 6$\times$5 menggunakan sebuah bilangan bulat tunggal \(k\) dari nol hingga dua puluh sembilan. Setiap sinyal domain waktu mentah disimpan dalam file yang dinamai berdasarkan indeks ini:
% \begin{equation*}
% F_{k} = \texttt{``zzzAD}k\texttt{.TXT,''}
% \quad k = 0,1,\dots,29.
% \end{equation*}
Masing-masing *sensor node* diberi nama menurut indeks \(n\) (dengan \(n = 0,1,\dots,29\)).
Berkas data mentah tiap node disimpan dalam berkas teks berformat
\texttt{zzzAD<n>.TXT}; penamaannya dapat dirumuskan sebagai
Direpresentasikan \(F_{k}\) di sini sebagai nama file untuk \textit{node} ke-\(k\). Kemudian dilampirkan nama file tersebut sebagai superskrip pada simbol \textit{node}:
\[
Z_{n} \;=\; \texttt{``zzzAD}n\texttt{.TXT''},
\qquad n = 1,\dots,30.
\]
Pada pembahasan selanjutnya, simbol \(Z_{n}\) dipakai sebagai penunjuk
berkas data untuk node ke-\(n\).
Untuk merujuk satu kanal (kolom) tertentu di dalam matriks
\(\mathbf{D}^{(n)}\), digunakan notasi
\[
\gls{not:damage_file}_{s}^{(\gls{not:joint_index})} \in \mathbb{R}^{262144},
\]
dengan ketentuan:
* superskrip \((\gls{not:joint_index})\) menandakan indeks kasus kerusakan
(130),
* subskrip \(s\) menandakan indeks kanal sensor yang dipilih
(\(s = 1,\dots,30\)).
Dengan demikian,
\(\gls{not:damage_file}_{s}^{(n)}\) merepresentasikan sebuah vektor
\(262144 \times 1\) yang berisi deret waktu hasil pengukuran kanal
\(s\) pada skenario kerusakan ke-\(n\).
\subsection{Pemetaan Sensor ke Dalam Folder (Damage-case)}
Semua tiga puluh \textit{node} dikelompokkan ke dalam enam folder yang merepresentasikan enam skenario kerusakan, masing-masing dilabeli \(d_{i}\) dengan \(i=0,\dots,5\). Setiap folder mengandung tepat lima \textit{node} berurutan, sehingga didefinisikan:
\begin{equation*}
n_{k}^{F_{k}}
\quad\text{adalah \textit{node} dengan indeks }k\text{ yang datanya diambil dari \textit{file} }F_{k}.
\end{equation*}
\subsection{Pemetaan Sensor}
Semua tiga puluh node dikelompokkan ke dalam enam folder ``damage-case``, dilabeli \(d_{i}\) untuk \(i=0,\dots,5\). Setiap folder berisi tepat lima node berurutan, yang merepresentasikan satu skenario kerusakan:
\begin{equation*}
d_{i} = \bigl\{\,n_{5i}^{F_{5i}},\;n_{5i+1}^{F_{5i+1}},\;\dots,\;n_{5i+4}^{F_{5i+4}}\bigr\},
\gls{not:damage_file_set_case}_{i} = \bigl\{
\,\mathbf{D}_{5i}^{(5i)},
\;\mathbf{D}_{5i+1}^{(5i+1)},
\;\mathbf{D}_{5i+2}^{(5i+2)},
\;\mathbf{D}_{5i+3}^{(5i+3)},
\;\mathbf{D}_{5i+4}^{(5i+4)}
\bigr\},
\quad i = 0,\dots,5.
\end{equation*}
Atau secara konkrit,
\begin{equation}
\mathcal{D}_i = \bigl\{
\end{equation}
Sebagai contoh secara konkrit,
\begin{align*}
d_0&=\{n_{0}^{F_0},\;n_{1}^{F_1},\;n_{2}^{F_2},\;n_{3}^{F_3},\;n_{4}^{F_4}\}\\
d_1&=\{n_{5}^{F_5},\;n_{6}^{F_6},\;n_{7}^{F_7},\;n_{8}^{F_8},\;n_{9}^{F_9}\}\\
\;\;\vdots\\
d_5&=\{n_{25}^{F_{25}},\;n_{26}^{F_{26}},\;n_{27}^{F_{27}},\;n_{28}^{F_{28}},\;n_{29}^{F_{29}}\}\\
d_0 &= \{n_{0}^{F_0},\;n_{1}^{F_1},\;n_{2}^{F_2},\;n_{3}^{F_3},\;n_{4}^{F_4}\},\\[1ex]
d_1 &= \{n_{5}^{F_5},\;n_{6}^{F_6},\;n_{7}^{F_7},\;n_{8}^{F_8},\;n_{9}^{F_9}\},\\[1ex]
&\;\;\vdots\\[1ex]
d_5 &= \{n_{25}^{F_{25}},\;n_{26}^{F_{26}},\;n_{27}^{F_{27}},\;n_{28}^{F_{28}},\;n_{29}^{F_{29}}\}.
\end{align*}
\subsection{Seleksi Sensor \textit{Node} Ujung-Ujung (Domain Waktu)}
Dari setiap folder kerusakan, kita hanya menyimpan \textit{node} pertama dan terakhir untuk mensimulasikan tata letak sensor terbatas. Subset domain waktu ini dilambangkan dengan \(d_{i}^{\mathrm{TD}}\):
Untuk mensimulasikan tata letak sensor terbatas, dari setiap folder kerusakan hanya diambil \textit{node} pertama dan terakhir. Subset domain waktu ini dilambangkan sebagai
\begin{equation*}
d_{i}^{\mathrm{TD}}
= \bigl\{\,n_{5i}^{F_{5i}},\;n_{5i+4}^{F_{5i+4}}\bigr\},
@@ -45,29 +80,28 @@ d_{i}^{\mathrm{TD}}
\subsection{Ekstraksi Fitur}
Kemudian, didefinisikan operator STFT \(\mathcal{T}\) untuk memetakan sinyal domain waktu mentah dengan panjang \(L=262144\) sampel menjadi sebuah spektrogram berukuran \(513\times513\). Kemudian digunakan \textit{Hanning window} dengan panjang \(N_{w}=1024\) dan hop size \(N_{h}=512\). Bentuk kompleks dari STFT adalah:
Operator STFT \(\mathcal{T}\) didefinisikan untuk memetakan sinyal domain waktu mentah (vektor dengan panjang \(L=262144\)) menjadi spektrogram berukuran \(513\times513\). Langkah-langkahnya adalah:
\begin{equation*}
\begin{aligned}
\text{(1) Window function:}\quad
w[n] &= \frac12\Bigl(1 - \cos\frac{2\pi n}{N_w - 1}\Bigr),
\text{(1) Fungsi jendela:}\quad
w[n] &= \frac{1}{2}\Bigl(1 - \cos\frac{2\pi n}{N_w - 1}\Bigr),
\quad n=0,\ldots,N_w-1; \\[1ex]
\text{(2) STFT:}\quad
S_k(p,t)
&= \sum_{n=0}^{N_w-1}
x_k\bigl[t\,N_h + n\bigr]
\;w[n]\;
e^{-j2\pi p n / N_w},\\
e^{-j2\pi p n / N_w},\\[1ex]
&\quad
p = 0,\ldots,512,\quad t = 0,\ldots,512.
\end{aligned}
\end{equation*}
Pengambilan magnitudo menghasilkan matriks spektrogram pada bilah frekuensi $p$ dan \textit{frame} waktu $t$ untuk \textit{node} $k$
Pengambilan magnitudo menghasilkan matriks spektrogram untuk \textit{node} \(k\) sebagai
\begin{equation*}
\widetilde n_{k}^{F_{k}}(p,t) \;=\; \bigl|S_{k}(p,t)\bigr|
\;\in\;\mathbb{R}^{513\times513}.
\end{equation*}
Dengan demikian operatornya adalah
Dengan demikian operator STFT dapat dituliskan sebagai:
\begin{equation*}
\mathcal{T}:\; n_{k}^{F_{k}}\in\mathbb{R}^{262144}
\;\longmapsto\;
@@ -76,7 +110,7 @@ Dengan demikian operatornya adalah
\subsection{Subset Domain Frekuensi}
Kemudian, \(\mathcal{T}\) diterapkan pada \textit{node} ujung-ujung yang telah dipilih, dihasilkan:
Operator \(\mathcal{T}\) diterapkan pada \textit{node} ujung-ujung yang telah dipilih, sehingga diperoleh:
\begin{equation*}
d_{i}^{\mathrm{FD}}
= \bigl\{\,
@@ -89,7 +123,7 @@ d_{i}^{\mathrm{FD}}
\subsection{Pengelompokan Berdasarkan Letak Ujung Sensor}
Sensor-sensor ujung bagian bawah dilabeli sebagai Sensor A dan Sensor-sensor ujung bagian atas dilabeli sebagai Sensor B. Semua enam kasus kerusakan dikumpulkan menjadi satu menghasilkan dua himpunan spektrogram, masing-masing berisi enam (kasus kerusakan):
Sensor-sensor ujung bagian bawah dilabeli sebagai Sensor A dan sensor-sensor ujung bagian atas dilabeli sebagai Sensor B. Semua data dari keenam kasus kerusakan digabungkan menjadi dua himpunan:
\begin{equation*}
\text{Sensor A}
=
@@ -112,15 +146,15 @@ Sensor-sensor ujung bagian bawah dilabeli sebagai Sensor A dan Sensor-sensor uju
\subsection{Perakitan Baris dan Pelabelan}
Setiap spektrogram berukuran \(513\times513\) diartikan sebagai 513 vektor fitur berdimensi 513. Kemudian diberikan indeks pengulangan dalam satu kasus kerusakan dengan \(r\in\{0,\dots,4\}\) dan potongan waktu dengan \(t\in\{0,\dots,512\}\). Misalkan
Setiap spektrogram berukuran \(513\times513\) diartikan sebagai 513 vektor fitur berdimensi 513. Untuk setiap kasus kerusakan \(i\) dan sensor \(s\), vektor fitur ini direplikasi sebanyak 5 kali (indeks pengulangan \(r\in\{0,\dots,4\}\)) dan diambil masing-masing baris/kolom ke-\(t\) dengan
\begin{equation*}
\mathbf{x}_{i,s,r,t}\in\mathbb{R}^{513}
\mathbf{x}_{i,s,r,t}\in\mathbb{R}^{513}.
\end{equation*}
menunjukkan baris (atau kolom) ke-\(t\) dari spektrogram ke-\(r\) untuk kasus kerusakan \(i\) dan sensor \(s\). Label skalar untuk kasus kerusakan tersebut adalah
Label skalar untuk kasus kerusakan dinyatakan sebagai
\begin{equation*}
y_{i} = i,\quad i=0,\dots,5.
\end{equation*}
Kemudian didefinisikan fungsi \textit{slicing} sebagai
Selanjutnya, fungsi \textit{slicing} didefinisikan sebagai
\begin{equation*}
\Lambda(i,s,r,t)
\;=\;
@@ -133,7 +167,7 @@ Kemudian didefinisikan fungsi \textit{slicing} sebagai
\subsection{Bentuk Akhir Data untuk Pelatihan}
Seluruh baris dari enam kasus kerusakan, lima pengulangan, dan 513 potongan waktu dikumpulkan menghasilkan \textit{dataset} untuk satu sisi sensor:
Seluruh baris dari enam kasus kerusakan, lima pengulangan, dan 513 potongan waktu digabungkan menjadi dataset untuk satu sisi sensor:
\begin{equation*}
\mathcal{D}^{(s)}
=
@@ -145,7 +179,7 @@ r=0,\dots,4,\;
t=0,\dots,512
\bigr\}.
\end{equation*}
Karena terdapat total \(6\times5\times513=15{,}390\) baris dan setiap baris memiliki \(513\) fitur ditambah satu kolom label, maka bentuk akhir dari data untuk satu sisi sensor yang siap digunakan untuk pelatihan adalah
Karena terdapat total \(6\times5\times513 = 15\,390\) baris, dan setiap baris memiliki \(513\) fitur ditambah satu kolom label, maka bentuk akhir dari data untuk satu sisi sensor adalah:
\begin{equation*}
|\mathcal{D}^{(s)}| = 15\,390 \times 514.
\end{equation*}

View File

@@ -23,4 +23,4 @@ Struktur dataset yang digunakan ditampilkan pada Gambar~\ref{fig:specimen-photo}
\includegraphics[width=0.75\linewidth]{chapters/img/specimen.png}
\caption{Bentuk benda uji}
\label{fig:specimen-photo}
\end{figure}
\end{figure}

View File

@@ -1,9 +1,10 @@
Dataset yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari basis data getaran yang dipublikasi oleh \textcite{abdeljaber2017}.
Dataset yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari basis data getaran yang dipublikasi oleh \textcite{abdeljaber2017}. Dataset tersebut dapat diakses dan diunduh melalui tautan DOI berikut:
\url{https://doi.org/10.17632/52rmx5bjcr.1}
Dataset terdiri dari dua folder:
\begin{itemize}
\item \texttt{Dataset A/} biasanya digunakan untuk pelatihan (training)
\item \texttt{Dataset B/} biasanya digunakan untuk pengujian (testing)
\item \texttt{Dataset A/} digunakan untuk pelatihan (training)
\item \texttt{Dataset B/} digunakan untuk pengujian (testing)
\end{itemize}
Setiap folder berisi 31 berkas dalam format \texttt{.TXT}, yang dinamai sesuai dengan kondisi kerusakan struktur. Pola penamaan berkas adalah sebagai berikut:
@@ -20,14 +21,34 @@ Sepuluh baris pertama dari setiap berkas berisi metadata yang menjelaskan konfig
\item \textbf{Kolom 231:} Magnitudo percepatan dari \textit{joint} 1 hingga 30
\end{itemize}
Setiap sinyal di-\textit{sampling} pada frekuensi $f_s = 1024$ Hz dan direkam selama durasi total $T = 256$ detik, sehingga menghasilkan:
Setiap sinyal di-\textit{sampling} pada frekuensi $f_s = 1024$ Hz dan direkam selama $t = 256$ detik, sehingga menghasilkan:
\begin{align}
\gls{not:signal} &= \gls{not:sampling_freq} \cdot \gls{not:time_length} \nonumber \\
&= 1024 \cdot 256 \nonumber \\
&= 262144 \quad \text{sampel per kanal} \label{eq:sample}
\end{align}
\begin{equation*}
N = f_s \cdot T = 1024 \times 256 = 262{,}144 \quad \text{sampel per kanal}
\end{equation*}
Dengan demikian, setiap berkas \verb|zzzAD|$n$\verb|.TXT| dapat direpresentasikan sebagai matriks:
\begin{equation}
\mathbf{D}^{(n)} \in \mathbb{R}^{262144 \times 30}, \quad n = 1, \dots, 30
\end{equation}
di mana $n$ mengacu pada indeks kasus (130 = kerusakan pada \textit{joint} ke-$n$), dan berkas tanpa kerusakan pada seluruh \textit{joint}, \verb|zzzAU|\verb|.TXT|, direpresentasikan dengan matriks:
\begin{equation}
\mathbf{U} \in \mathbb{R}^{262144 \times 30}
\end{equation}
Dengan demikian, setiap berkas dapat direpresentasikan sebagai matriks:
\begin{equation*}
\mathbf{X}^{(c)} \in \mathbb{R}^{262{,}144 \times 31}, \quad c = 0, 1, \dots, 30
\end{equation*}
di mana $c$ mengacu pada indeks kasus (0 = sehat, 130 = kerusakan pada \textit{joint}n ke-$c$), dan setiap baris merepresentasikan pengukuran berdasarkan waktu di seluruh 30 kanal sensor.
Kemudian \textit{dataset} A dapat direpresentasikan sebagai matriks:
\begin{equation}
\gls{not:dataset_A}
=
\Bigl\{
\mathbf{U} \in \mathbb{R}^{262144 \times 30}
\Bigr\}
\;\cup\;
\Bigl\{
\mathbf{D}^{(n)} \in \mathbb{R}^{262144 \times 30}
\;\bigm|\;
n = 1, \dots, 30
\Bigr\}.
\end{equation}

View File

@@ -0,0 +1,24 @@
We now introduce a simple “dataaugmentation” logic across repeated tests as:
\[
\mathbf{c}_{j}^{(i)}
\;=\;
\Bigl[S_{0+j}^{(i)},\,S_{5+j}^{(i)},\,S_{10+j}^{(i)},\,S_{15+j}^{(i)},\,S_{20+j}^{(i)},\,S_{25+j}^{(i)}\Bigr]^{T}
\;\in\mathbb{R}^{6}\!,
\]
where \(S_{k}^{(i)}\) is the \(k\)th sensors timefrequency feature vector (after STFT+logscaling) from the \(i\)-th replicate of scenario \(j\).
For each fixed scenario \(j\), collect the five replicates into the set
\[
\mathcal{D}^{(j)}
=\bigl\{\mathbf{c}_{j}^{(1)},\,\mathbf{c}_{j}^{(2)},\,\mathbf{c}_{j}^{(3)},\,\mathbf{c}_{j}^{(4)},\,\mathbf{c}_{j}^{(5)}\bigr\},
\]
so \(|\mathcal{D}^{(j)}|=5\). Across all six scenarios, the total augmented dataset is
\[
\mathcal{D}
=\bigcup_{j=0}^{5}\mathcal{D}^{(j)}
=\bigl\{\mathbf{c}_{j}^{(i)}: j=0,\dots,5,\;i=1,\dots,5\bigr\},
\]
with \(\lvert\mathcal{D}\rvert = 6 \times 5 = 30\) samples.
Each \(\mathbf{c}_{j}^{(i)}\) hence represents one ``columnbased damage sample,
and the collection \(\mathcal{D}\) serves as the input set for subsequent classification.

View File

@@ -0,0 +1,9 @@
Let $\mathcal{G}$ represent the $6 \times 5$ structural grid, where each node is denoted with row and column as $N_{r,c}$ with $r \in \{1,2,...,6\}$ and $c \in \{1,2,...,5\}$.\\
\begin{figure}[ht]
\centering
% \includegraphics[width=\textwidth]{}
\input{chapters/img/specimen}
\caption{Diagram joint and sensors placement}
\label{fig:specimen}
\end{figure}

View File

@@ -0,0 +1,66 @@
\subsection{Signal Normalization}
Each raw acceleration time series
\(\mathbf{a}_{k}(n)\), \(n = 0,1,\dots,N-1\) with \(N=262144\) samples (collected at \(f_s=1024\)Hz over 256s) :contentReference[oaicite:0]{index=0} is first standardized to zero mean and unit variance:
\[
\tilde a_{k}(n)
=\frac{a_{k}(n)-\mu_{k}}{\sigma_{k}},
\quad
\mu_{k}=\frac{1}{N}\sum_{n=0}^{N-1}a_{k}(n),
\quad
\sigma_{k}=\sqrt{\frac{1}{N}\sum_{n=0}^{N-1}\bigl(a_{k}(n)-\mu_{k}\bigr)^{2}}.
\]
\subsection{Framing and Windowing}
The normalized signal \(\tilde a_{k}(n)\) is chopped into overlapping frames of length \(W\) samples with hop size \(H\). The \(p\)-th frame is
\[
x_{k,p}[m]
=\tilde a_{k}(pH + m)\,w[m],
\quad
m=0,1,\dots,W-1,
\]
where \(w[m]\) is a chosen window function (e.g., Hamming).
\subsection{Short-Time Fourier Transform (STFT)}
For each frame \(x_{k,p}[m]\), compute its STFT:
\[
S_{k}(f,p)
=\sum_{m=0}^{W-1}x_{k,p}[m]\;e^{-j2\pi\,f\,m/W},
\]
where \(f=0,1,\dots,W-1\) indexes frequency bins :contentReference[oaicite:1]{index=1}.
\subsection{Spectrogram and Log-Magnitude}
Form the magnitude spectrogram
\[
M_{k}(f,p)
=\bigl|S_{k}(f,p)\bigr|,
\]
and apply log scaling for numerical stability:
\[
L_{k}(f,p)
=\log\bigl(1 + M_{k}(f,p)^{2}\bigr).
\]
This yields a timefrequency representation
\(\mathbf{L}_{k}\in\mathbb{R}^{F\times P}\), with \(F\) frequency bins and \(P\) frames.
\subsection{Feature Matrix Assembly}
For each column \(j\in\{1,\dots,5\}\), select only the two endpoint sensors:
\[
\mathbf{L}_{\text{bot},j} = \mathbf{L}_{(j)},\quad
\mathbf{L}_{\text{top},j} = \mathbf{L}_{(25+j)},
\]
and stack them:
\[
\mathbf{F}_{j}
=
\begin{bmatrix}
\mathbf{L}_{\text{bot},j} \\[6pt]
\mathbf{L}_{\text{top},j}
\end{bmatrix}
\;\in\mathbb{R}^{2F\times P}.
\]
Finally, flatten into a feature vector:
\[
\mathbf{f}_{j}
=\operatorname{vec}\bigl(\mathbf{F}_{j}\bigr)
\;\in\mathbb{R}^{2FP}.
\]

View File

@@ -0,0 +1,20 @@
For the vertical column approach with limited sensors
% we
are defined as column vector $\mathbf{c}_j$:
\begin{equation}
\mathbf{c}_j^{(i,d)} = [S_{0+j}^{(i+d)}, S_{5+j}^{(i+d)}, S_{10+j}^{(i+d)}, S_{15+j}^{(i+d)}, S_{20+j}^{(i+d)}, S_{25+j}^{(i+d)}]^T
\end{equation}
\begin{equation}
\mathbf{D}^{(i)} = [\mathbf{c}_0^{(i,i+1)}, \mathbf{c}_1^{(i,i+6)}, \mathbf{c}_2^{(i,i+11)}, \mathbf{c}_3^{(i,i+16)}, \mathbf{c}_4^{(i,i+21)}]^T
\end{equation}
where $j \in \{0, 1,2,3,4\}$ represents the column index.
For the limited sensor case focusing on endpoints only, we use:
\begin{equation}
\mathbf{c}^{\text{limited}}_j = [S_{0+(j-1)}, S_{25+(j-1)}]^T
\end{equation}
representing only the lower sensor (sensor A) and upper sensor (sensor B) of column $j$.

View File

@@ -0,0 +1,23 @@
Untuk setiap sensor $S_k$ dengan $k \in \{0,1,2,...,29\}$ diletakkan pada \textit{node} $N_{k}$, deret deret akselerasi waktu didefinisikan sebagai:
\begin{equation}
\mathbf{a}_{k}(t) = [a_{k}(t_1), a_{k}(t_2), \ldots, a_{k}(t_{262144})]
\end{equation}
% where $N = 262144$ samples at a sampling frequency of 1024 Hz over 256 seconds.
% $k \in \{i,(i+1),...,(i+(r\times j))\}$
Satu dataset utuh untuk setiap skenario ($A|B$) dapat direpresentasikan sebagai matrix $\mathbf{X}_d \in \mathbb{R}^{30 \times 262144}$:
\begin{equation}
\mathbf{{X}_d}^\intercal =
\begin{bmatrix}
\mathbf{a}_{0}(t) \\
\mathbf{a}_{1}(t) \\
\mathbf{a}_{2}(t) \\
\vdots \\
\mathbf{a}_{29}(t)
\end{bmatrix}
\end{equation}
di mana $d \in \{0, 1, 2, \ldots, 30\}$ merepresentasikan skenario kerusakan, dengan $d=0$ mengindikasikan tanpa kasus kerusakan.

View File

@@ -1,8 +1,8 @@
Data getaran struktur yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari penelitian oleh \textcite{abdeljaber2017}, yang dilakukan menggunakan simulator struktur baja Grandstand di Queens University. Dalam eksperimen tersebut, struktur baja dipasang dengan akselerometer pada setiap sambungan-sambungan (\textit{joints}). Rangkaian perangkat keras yang digunakan untuk pengambilan data meliputi:
\begin{itemize}
\item \textbf{27 akselerometer PCB model 393B04} (Gambar~\ref{fig:pcb393}) untuk merekam respons percepatan pada sebagian besar titik pengukuran.
\item \textbf{3 akselerometer B\&K model 8344} (Gambar~\ref{fig:bk8344}) digunakan pada beberapa lokasi untuk validasi tambahan.
\item \textbf{27 akselerometer PCB model 393B04} (Gambar~\ref{fig:accel393}) untuk merekam respons percepatan pada sebagian besar titik pengukuran.
\item \textbf{3 akselerometer B\&K model 8344} (Gambar~\ref{fig:accel393}) digunakan pada beberapa lokasi untuk validasi tambahan.
\item \textbf{Mounting magnetic PCB model 080A121} digunakan untuk menempelkan akselerometer secara aman pada struktur baja.
\item \textbf{Modal shaker (Model 2100E11)} digunakan untuk memberikan eksitasi getaran terkontrol pada struktur (Gambar~\ref{fig:shaker}). Sinyal input untuk shaker dihasilkan melalui \textbf{penguat daya SmartAmp 2100E21-400}.
\item \textbf{Dua perangkat akuisisi data 16-kanal (DT9857E-16)} digunakan secara simultan: satu untuk menghasilkan sinyal input ke shaker dan satu lagi untuk merekam data keluaran dari akselerometer (Gambar~\ref{fig:datalogger}).