Dataset yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari basis data getaran yang dipublikasi oleh \textcite{abdeljaber2017}. Dataset terdiri dari dua folder: \begin{itemize} \item \texttt{Dataset A/} – biasanya digunakan untuk pelatihan (training) \item \texttt{Dataset B/} – biasanya digunakan untuk pengujian (testing) \end{itemize} Setiap folder berisi 31 berkas dalam format \texttt{.TXT}, yang dinamai sesuai dengan kondisi kerusakan struktur. Pola penamaan berkas adalah sebagai berikut: \begin{itemize} \item \texttt{zzzAU.TXT}, \texttt{zzzBU.TXT} — struktur tanpa kerusakan (sehat) \item \texttt{zzzAD1.TXT}, \texttt{zzzAD2.TXT}, ..., \texttt{zzzAD30.TXT} — Dataset A, kerusakan pada sambungan 1–30 \item \texttt{zzzBD1.TXT}, \texttt{zzzBD2.TXT}, ..., \texttt{zzzBD30.TXT} — Dataset B, kerusakan pada sambungan 1–30 \end{itemize} Sepuluh baris pertama dari setiap berkas berisi metadata yang menjelaskan konfigurasi pengujian, laju sampling, dan informasi kanal. Oleh karena itu, data deret waktu percepatan dimulai dari baris ke-11 yang berisi 31 kolom: \begin{itemize} \item \textbf{Kolom 1:} Waktu dalam detik \item \textbf{Kolom 2–31:} Magnitudo percepatan dari \textit{joint} 1 hingga 30 \end{itemize} Setiap sinyal di-\textit{sampling} pada frekuensi $f_s = 1024$ Hz dan direkam selama durasi total $T = 256$ detik, sehingga menghasilkan: \begin{equation*} N = f_s \cdot T = 1024 \times 256 = 262{,}144 \quad \text{sampel per kanal} \end{equation*} Dengan demikian, setiap berkas dapat direpresentasikan sebagai matriks: \begin{equation*} \mathbf{X}^{(c)} \in \mathbb{R}^{262{,}144 \times 31}, \quad c = 0, 1, \dots, 30 \end{equation*} di mana $c$ mengacu pada indeks kasus (0 = sehat, 1–30 = kerusakan pada \textit{joint}n ke-$c$), dan setiap baris merepresentasikan pengukuran berdasarkan waktu di seluruh 30 kanal sensor.